Pemerintah Diminta Peduli terhadap Nasib Korban PHK Jamu Nyonya Meneer

Arif Wicaksono    •    Minggu, 06 Aug 2017 14:39 WIB
nyonya meneer
Pemerintah Diminta Peduli terhadap Nasib Korban PHK Jamu Nyonya Meneer
Menner ANT R. Rekotomo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah wajib memerhatikan nasib Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa buruh Nyonya Meneer, perusahaan jamu yang dalam putusan pengadilan dinyatakan pailit karena tak mampu membayar utang.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jawa Tengah, Nanang Setyono mengatakan hal ini akan berdampak bagi karyawan perusahaan jamu lawas itu.

baca : Nyonya Meneer Sudah Hentikan Aktivitas Produksi

"Kami khawatir perusahaan akan lepas tanggung jawab begitu saja atas hak para buruhnya," kata dia dalam keterangannya, Minggu 6 Agustus 2017.

Dia menduga ribuan buruh Nyonya Meneer akan kehilangan pekerjaan. Akibatnya akan berdampak ke perekonomian negara.

"Ada ribuan keluarga buruh Nyonya Meneer yang bakal ikut menanggung beban ekonomi keluarga akibat hilangnya pekerjaan," kata dia.

Selain itu, ada masalah hak pesangon yang berpotensi tidak di dapat para buruh yang sudah puluhan tahun bekerja. Karena perusahaan sudah tak membayar gaji dalam beberapa bulan karena utang perusahaan.

"Belum lagi hak atas THR yang juga belum dibayarkan. Oleh sebab itu dengan adanya putusan tersebut kami meminta Pemerintah daerah baik wali kota maupun gubernur untuk hadir," pungkas dia.

 


(SAW)