Mendag Siap Beri Sanksi Penimbun Bawang Putih

   •    Sabtu, 13 May 2017 19:36 WIB
bawang
Mendag Siap Beri Sanksi Penimbun Bawang Putih
Ilustrasi penjual bawang putih. (ANTARA FOTO/ARIES MUNANDAR)

Metrotvnews.com, Kudus: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengingatkan importir bawang putih yang terbukti melakukan penimbunan komoditas tersebut bakal dijatuhi sanksi.

"Terbukti menahan komoditas tersebut dengan harapan bisa dijual saat harga tinggi, maka barangnya akan disegel," ujarnya ditemui saat berkunjung ke PT Pura Group Kudus, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 13 Mei 2017.

Ia mengingatkan, importir yang menjual bawangnya lebih awal dengan harga murah, maka akan mendapatkan prioritas memperoleh izin impor. "Makanya, berlomba-lomba menjual ke pasaran," ujarnya.

Tata niaganya, kata Enggartiasto, baru ditandatanganinya, sehingga impor sekarang harus mendapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian dan izin dari Kementerian Perdagangan.

Harga jual bawang putih di Pasar Kramat Jati, katanya, sudah turun menjadi Rp36.000 per kilogram (kg), sedangkan tingkat konsumen diharapkan Rp38.000 per kg. "Saat ini, ada 18 kontainer bawang putih impor yang masuk dan secara bertahap juga akan bertambah," jelas dia.

Ia memperkirakan, hingga akhir Mei 2017 stok bawang putih mencapai 8.000-an ton. Negara Tiongkok, katanya, juga akan panen raya bawang putih, sehingga harga jual bawang putih di Tanah Air diperkirakan akan turun.

"Memasuki bulan puasa, mudah-mudahan harga jual bawang putih stabil," tambah dia.




Dalam rangka memantau stok barang di lapangan, katanya, seluruh agen, distributor hingga sub distributor harus terdaftar, sehingga keberadaan gudang dan posisi stok harus dilaporkan.

"Jika ada yang tidak mau melaporkan, tentunya ada sanksinya hingga pencabutan izin impornya," ujar dia.

Terkait dengan stok kebutuhan pokok menjelang puasa, katanya, tersedia dengan aman. Untuk stok beras, katanya, bisa mencukupi hingga sembilan bulan mendatang karena cadangannya mencapai 1,2 juta ton.

"Tahun ini tidak ada impor, demikian halnya tahun depan karena lebih besar cadangannya dibandingkan dengan 2016," ujarnya.

Sementara harga jual gula pasir untuk semua merek harus dijual Rp12.500 per kilogramnya yang dimulai di pasar modern karena sebagai penentu harga.

"Cadangan Bulog sebanyak 460.000 ton juga dikeluarkan," ujarnya.

Ia mengingatkan, jika ada pasar modern yang menjual dengan harga lebih mahal, tentunya akan disita atau diberi garis polisi. Komoditas minyak goreng dengan kemasan sederhana juga dipatok dengan harga Rp11.000 per kg, sedangkan minyak goreng curah akan diupayakan turun hingga Rp10.500 per kg.

"Daging beku dipatok dengan harga Rp80.000 per kilogramnya, sehingga masyarakat ada pilihan," pungkas dia.


(AHL)