Mentan: Hanya Sektor Pertanian yang Bisa Bangkitkan Perekonomian Indonesia

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 14 Nov 2017 08:53 WIB
berita kementan
Mentan: Hanya Sektor Pertanian yang Bisa Bangkitkan Perekonomian Indonesia
Mentan Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto:Anggi Tondi Martaon)

Palangkaraya: Indonesia terkenal akan potensi alam. Salah satu sektor yang dianggap mampu menyejahterakan rakyat Indonesia ialah pertanian.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman dalam rapat koordinasi pangan Membangun Padi Organik 300 Ribu Hektare, di Kalimantan Tengah. Rapat tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI Hamdani, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Dandrem 102/Pjg Kolonel Arm Muhammad Naudi Nurdika, Polda Kalimantan Tengah dan seluruh Bupati dan Kepala Dinas Pertanian di Kalimantan Tengah.

"Nah yang bisa mengangkat adalah pertanian, kita adalah negara agraris," kata Amran, di komplek kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangkaraya, Senin 13 November 2017.

Amran mencontohkan bagaimana potensi sektor pertanian lebih menjanjikan dibandingkan tambang. Hal itu dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi antara Kalimantan Tengah yang bergerak di bidang perkebunan, dengan Kalimantan Timur (Kaltim) yang bergantung pada tambang.

"Di kawasan Kalimantan, misalnya Kaltim, pertumbuhan ekonominya cukup rendah. Di Kalteng bagaimana? Masih bagus, di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi bidang tambang banyak langsung jatuh, ambruk," kata Amran.

Selain itu, Amran juga menyampaikan bukti lain bahwa potensi pertanian lebih menjanjikan yaitu dapat dilihat dari sejarah, bangsa luar datang dan menjajah Indonesia yang terkenal akan potensi pertanian.

"Dahulu, 500 tahun yang lalu, negara kita dikenal bukan karena tambang, bukan karena nikel, bukan juga karena emas. Tapi karena rempah-rempah, pala, cengkeh," ucapnya.

Oleh karena itu, Amran menyampaikan bahwa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat ini sangat fokus mengembangkan dan menghidupkan kembali sektor pertanian Indonesia. Berbagai komoditas andalan tersebut dikembangkan agar Indonesia bisa berjaya dan menjadi lumbung pangan dunia.

"Kami ingin mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia. Kami sudah kejar Maluku, Bengkulu, Sulsel," kata Amran.


(ROS)