Penurunan Cadangan Devisa USD3,92 Miliar Sejalan dengan Upaya Intervensi Rupiah

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 07 Mar 2018 22:54 WIB
cadangan devisa
Penurunan Cadangan Devisa USD3,92 Miliar Sejalan dengan Upaya Intervensi Rupiah
Illustrasi. Ant/Puspa Perwitasari.

Jakarta: Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai penurunan cadangan devisa dari USD131,98 miliar menjadi USD128,06 iliar di akhir Februari sejalan dengan upaya Bank Indonesia (BI) dalam mengintervensi nilai tukar Rupiah agar tak tertekan lebih dalam.

"Cadangan devisa per Februari tercatat turun USD3,92 miliar didorong untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah foreign outflow selama Februari," kata Josua pada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 7 Maret 2018.

Josua menilai langkah bank sentral dalam menstabilisasikan mata uang Garuda sudah tepat yakni selain sebagai upaya intervensi juga melalui komunikasi verbal untuk menenangkan pelaku pasar. Bila hal tersebut tak dilakukan, maka bisa jadi Rupiah akan bergerak lebih liar dari posisi saat ini yag mana telah melewati level Rp13.700 per USD.

"Saya pikir langkah-langkah stabilisasi rupiah sudah dilakukan secara proposional mengingat BI juga melakukan komunikasi pelaku pasar valas khususnya residen supaya tidak panik melakukan pembelian dolar, khususnya yang didorong spekulasi," tutur Josua.

Josua merinci, pada Februari terjadi arus modal keluar sebesar USD2,3 yang terdiri dari modal di pasar saham USD760,5 juta dan di pasar obligasi pemerintah USD1,54 miliar.

Keluarnya dana asing tersebut mendorong pelemahan rupiah sekitar 1,7 persen secara rata-rata menjadi Rp13.604 per USD di Februari.

Sementara dari operasi moneter yang dilakukan BI sepanjang Februari, terserap Surat Berharga BI valas sebesar USD250 juta. Namun serapan ini lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar USD350 juta.



(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

4 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA