Holding BUMN Tambang Siap Tancap Gas

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 05 Dec 2017 16:40 WIB
holding bumn
<i>Holding</i> BUMN Tambang Siap Tancap Gas
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)

Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membidik holding BUMN pertambangan dapat masuk dalam daftar Fortune 500 Global Company. Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan selama ini BUMN pertambangan memiliki keterbatasan kemampuan pendanaan untuk melakukan investasi.

Pembentukan holding ini akan meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan, pengelolaan sumber daya alam mineral dan batu bara, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan peningkatan kandungan lokal, serta efisiensi biaya dari sinergi yang dilakukan.

Saat ini, tiga BUMN pertambangan itu berada di luar 10 besar perusahaan pertambangan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Asia Pasifik (di luar perusahaan-perusahaan Tiongkok). Bukit Asam berada di peringkat 18, Antam di peringkat 20, sementara Timah di peringkat 38.




"Kondisi ini akan berubah saat pembentukan holding BUMN pertambangan," kata Rini dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Desember 2017.

Kemudian, dalam jangka pendek holding baru ini segera melakukan serangkaian aksi korporasi di antaranya pembangunan pabrik smelter grade Alumina di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas hingga dua juta ton per tahun; pabrik feronikel di Buli, Halmahera Timur, berkapasitas 13.500 ton per tahun; dan pembangunan PLTU di lokasi pabrik hilirisasi bahan tambang sampai dengan 1.000 megawatt (mw).

Target jangka menengah, holding ini akan terus melakukan akuisisi maupun eksplorasi wilayah penambangan, integrasi, dan hilirisasi. "Hingga akhirnya memiliki size sebagai salah satu perusahaan yang tercatat dalam Fortune 500 Global Company," imbuh dia.



Melalui berbagai kegiatan usaha tersebut keberadaan holding BUMN pertambangan akan memberi manfaat bukan hanya bagi perusahaan holding dan anak perusahaan anggota holding, namun juga bagi pemerintah dan masyarakat. Pendapatan negara akan bertambah melalui berbagai pajak, royalti, serta dividen.

"Selain itu juga dari optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam dan peningkatan nilai dari kegiatan hilirisasi," tambah dia.

Pembentukan holding BUMN pertambangan ditandai dengan penandatanganan akta pengalihan saham seri B oleh Rini yang terdiri atas Antam sebesar 65 persen, Bukit Asam sebesar 65,02 persen, Timah sebesar 65 persen, serta 9,36 persen saham PT Freeport Indonesia yang dimiliki pemerintah kepada Inalum dalam rangka penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal perseroan.



Rini mengatakan proses pembentukan holding sudah dilakukan sejak akhir 2015. Saat itu dilakukan penyerahan roadmap pengembangan BUMN oleh Kementerian BUMN ke Komisi VI DPR.

"Pekan lalu juga sudah dilakukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Antam, Bukit Asam, dan Timah secara bersamaan. Agendanya melakukan perubahan anggaran dasar sehubungan dengan telah beralihnya kepemilikan RI kepada PT Inalum (Persero) yang sahamnya 100 persen dimiliki negara," pungkas dia.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA