OJK Cabut Izin Usaha BPR Sinar Baru Perkasa Solo

Pythag Kurniati    •    Rabu, 06 Dec 2017 14:54 WIB
ojk
OJK Cabut Izin Usaha BPR Sinar Baru Perkasa Solo
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo Laksono Dwionggo. (FOTO: MTVN/Pythag Kurniati)

Solo: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yakni PT BPR Sinar Baru Perkasa di Solo, Jawa Tengah. Pencabutan izin tersebut didasarkan pada Keputusan Anggota Dewan Komisioner (KDK) Nomor KEP-218/D.03/2017.

"BPR di Jalan H Agus Salim Nomor 17 Laweyan dicabut izinnya terhitung sejak 6 Desember 2017," ungkap Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo Laksono Dwionggo kepada wartawan, Rabu, 6 Desember 2017.

Pencabutan izin PT BPR Sinar Baru Perkasa karena manajemen tidak mampu melakukan pengelolaan dengan baik. "BPR juga tidak bisa beroperasi dengan normal akibat kekosongan pengurus dan tidak adanya penunjukan ahli waris setelah wafatnya Pemegang Saham Pengendali," papar Laksono.

Imbasnya, BPR itu tidak bisa menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta tidak bisa mengajukan pencalonan pengurus baru. "Bank (BPR) tidak mampu melakukan upaya penyehatan," jelas dia.

Sebelum dilakukan pencabutan izin, OJK meminta pihak PT BPR Sinar Baru Perkasa segera menyelesaikan persoalan. OJK berkali-kali memanggil dan mengajak diskusi.

"BPR ini akhirnya masuk status Bank dalam Pengawasan Khusus sejak 10 Mei 2017. Kami beri kesempatan 180 hari untuk melakukan upaya penyehatan, tapi belum juga diselesaikan," beber Laksono.

OJK pun mengambil langkah mencabut izin usaha. Pascapencabutan izin, OJK mengimbau pada para nasabah PT BPR Sinar Baru Perkasa untuk tetap tenang. Sebab dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepanjang memenuhi ketentuan.

LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi terkait. Rekonsiliasi dan verifikasi akan diselesaikan oleh LPS palung lama 90 hari kerja sejak tanggal pencabutan izin.

Dengan ditutupnya satu BPR, OJK mendata, saat ini di wilayah Kota Solo dan enam kabupaten sekitarnya terdapat 81 BPR/BPRS. "Awalnya ada 82, dicabut satu izinnya. Menjadi 81," pungkas dia.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA