Inflasi Gaya Hidup

   •    Minggu, 07 May 2017 09:07 WIB
hypnomotivasi
Inflasi Gaya Hidup
Motivator Tung Desem Waringin. (Foto: dokumentasi pribadi)

MANUSIA memiliki sifat konsumtif di mana tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya saat ini. Contoh sederhananya ialah ketika Anda memiliki sebuah pekerjaan dan mendapatkan kenaikan gaji tentunya secara tidak sadar maka gaya hidup Anda pun akan ikut bertambah.

Ketika penghasilan meningkat, seseorang ingin juga memanjakan dirinya dengan sesuatu barang lebih mahal, dan beranggapan itu hasil dari kerja keras dan lebih parahnya lagi bahkan orang itu menjadi sombong. Hal inilah yang biasa disebut dengan inflasi gaya hidup.

Inflasi gaya hidup ini tentu sangat berbahaya bagi kelangsungan keuangan seseorang, karena Anda bisa mengalaminya tanpa menyadarinya dan pada akhirnya Anda akan menemui masalah keuangan yang disebabkan oleh pengeluaran Anda yang jauh lebih besar dari pada pendapatan yang Anda miliki.

Lalu bagaimana cara mengidentifikasinya? Dan hal apa sajakah yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya simak di sini caranya, seperti dituturkan pakar marketing Tung Desem Waringin.

1. Menghabiskan pendapatan sekaligus
Istilah lain untuk ini yaitu gaji hidup untuk gaji. Dalam skenarionya, pengeluaran Anda melumpuhkan anggaran sehingga Anda harus menunggu hingga gaji berikutnya. Anda harus membayar tagihan-tagihan tersebut.

Solusi untuk hal ini adalah Anda harus serius untuk melakukan perubahan yang serius seperti memilih untuk membeli mobil lebih murah dan mungkin pindah ke apartemen lebih kecil. Intinya sesuaikan hal dengan penghasilan yang dimiliki. Ini juga salah satu cara untuk berhidup hemat, uang yang bisa Anda bayarkan untuk apartemen yang mahal bisa di gunakan untuk menabung.

2. Tidak menghargai pendapatan
Salah satu ciri khas dari orang ini adalah ketika tiba mulai mendapatkan gaji lebih dari sebelumnya. Ini diikuti dengan menghabiskan anggaran lebih. Ini juga merupakan tanda-tanda untuk memperketat anggaran agar memiliki ruang bernafas. Anda lebih cepat menghabiskan uang daripada menghasilkan uang.

3. Anda merasa tak perlu simpan uang
Bila Anda menghabiskan gaji tanpa menyisakan untuk ditabung maka Anda menganggap itu hal tidak perlu dan mustahil dilakukan. Bila memang sulit menabung, Anda dapat memakai tabungan rencana dengan Anda menyetor uang ke rekening khusus, dan tidak diambil dalam jangka waktu tertentu.

4. Cicilan kartu kredit yang berlebihan
Meskipun menggunakan kartu kredit jadi praktik umum bagi banyak orang dan, melunasinya tepat waktu, utang kartu kredit yang berlebihan bila tidak bisa dilunasi maka bunganya akan bertambah. Seiring waktu itu akan dikenakan biaya jauh lebih mahal dari tagihan awal. Ketika pembayaran kartu kredit bergulir maka itu menjadi bagian normal dari anggaran Anda.

Tanda itu perlu diperhatikan untuk melakukan skala kembali untuk menghabiskan lebih sedikit agar melunasi utang. Segeralah dengan cepat membayar cicilan.

5. Hindari meminjam uang
Kadang seseorang enggan untuk mengatur anggaran dan memeriksa saldo tabungan. Mungkin hal ini dihindari karena melihat anggaran keuangan yang buruk sehingga memilih untuk menghindarinya. Akan tetapi Anda tak bisa selamanya untuk menghindari aturan anggaran.

Sebaiknya Anda menjadwalkan waktu untuk mengatur keuangan dalam seminggu, dan bisa sebulan. Mungkin Anda bisa melakukannya pada waktu senggang dirumah untuk dapat mengetahui anggaran seminggu ke depan.

6. Pendapatan dan pengeluaran setiap orang berbeda
Ada banyak keadaan yang dapat menyebabkan dua orang di tingkat ekonomi yang sama untuk hidup terlihat berbeda. Seseorang masih single atau jomblo dan berkeluarga meski punya pendapatan sama tetapi pengeluaran mereka sangatlah berbeda.

Selain itu, ada dua orang single tetapi bila yang satu harus menjadi kepala keluarga bagi keluarga maka pengeluarannya berbeda. Jadi di sini Anda harus hidup sesuai kemampuan dan tuntutan ekonomi yang berlaku sekarang.

7. Bosan di rumah
Pembelian meningkat juga dapat menyebabkan kebosanan sehingga mempengaruhi kebiasan belanja. Apakah Anda menemukan diri gelisah di rumah? Apakah Anda sering online di internet untuk mengusir kebosanan atau ke pusat perbelanjaan untuk membeli sesuatu yang tidak perlu hanya untuk memiliki sesuatu?

Melihat kondisi itu mungkin Anda dapat merencanakan kegiatan dan petualangan lebih produktif bersama teman-teman ketimbang belanja sesuatu yang tidak Anda butuhkan.

8. Tidak cari dan melakukan penawaran
Kadang-kadang gaya hidup meningkat karena hanya masalah gagal untuk menjadi hemat, hal itu biasanya karena malas. Banyak orang menghabiskan jauh lebih banyak uang dari pada yang mereka butuhkan untuk menghabiskan uang karena mampu membayar harga penuh.

9. Spontan dan konsumerisme
Semua orang suka untuk mendapatkan barang-barang baru. Daya tarik belanja tanpa memandang usia selalu kuat, bahkan penghasilan bisa habis dalam waktu singkat.

Bila keinginan dan perasaan terburu-buru untuk belanja sehingga memuaskan nafsu dan mengatasi masalah, maka ini indikasi belanja dapat merugikan keuangan Anda. Hal ini dapat diatasi dengan disiplin diri dan tahan dari segala godaan, tetapi jika itu di luar kendali maka Anda dapat mencari bantuan profesional.

Semoga Bermanfaat.

E-book terbaru dari Tung Desem Waringin "61 Rahasia Menjadi Kaya". Download sekarang Klik di Sini untuk download.


(AHL)