Pengeboran Gas Bawah Laut Sulawesi Mulai Berproduksi 2016

Patricia Vicka    •    Sabtu, 31 May 2014 07:04 WIB
gas
Pengeboran Gas Bawah Laut Sulawesi Mulai Berproduksi 2016
Ilustrasi -- Reuters/Mike Blake

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menargetkan proyek pengeboran sumur gas bawah laut Indonesia atau Indonesia Deepsea developtment (IDD) mulai berproduksi pada 2016.

"Pengeboran baru saja dimulai. Ditargetkan tahun 2016 mulai berproduksi," ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Johanes Widjonarko, kepada wartawan seusai menghadiri rapat kordinasi proyek IDD di Kantor Kementrian Perekonomian yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jumat (30/05/2014).

Dia memperkirakan total cadangan gas yang berada di wilayah proyek IDD berkisar 2,3-3 triliun cubic feet (TCF).

Pemerintah sedang mempercepat persetujuan proyek IDD tersebut. Jika perjanjian diteken, negara akan mendapatkan revenue dari proses bagi hasil.

"Indonesia akan mendapatkan revenue US$9,6 miliar dari total sepanjang kontrak," katanya.

Selain itu, Indonesia akan mendapatkan pasokan gas dari hasil produksi pengeboran PT Chevron Asia Pasifik.

"Pada kesepakatan awal yang tahun 2008, pembagian gas untuk ekspor dan domestik adalah 75:25. Tapi sekarang harga domestik juga sudah baik, sudah hampir bisa menyamai harga ekspor. Berarti ada kemungkinan domestik bisa mengambil alih lebih banyak lagi. Tinggal melihat kesiapan domestik saja," terangnya.

Proyek IDD adalah proyek pengeboran gas bawah laut yang berada di lepas pantai Makassar, Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh PT Chevron Asia Pasific. Pada wilayah tersebut, terdapat 5 sumur gas yaitu Bangka, Gehem, Gendalo, Maha, dan Gandang yang akan dibor. Seharusnya proyek IDD ini sudah mulai beroperasi tahun 2015. Namun, terpaksa diundur hingga 2018 karena pemerintah tak kunjung menyetujui kontrak.


(BOB)