Antisipasi El Nino, Mentan Sarankan Petani tak Tanam Padi

Husen Miftahudin    •    Jumat, 13 Jun 2014 16:43 WIB
pertanian
Antisipasi El Nino, Mentan Sarankan Petani tak Tanam Padi
Menteri Pertanian Suswono/MI/MOHAMAD IRFAN.

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan El Nino berpotensi terjadi di Indonesia pada Juli hingga September. Kementerian Pertanian menyiapkan berbagai cara untuk menghadapi fenomena kenaikan suhu perairan di Samudera Pasifik itu.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, badai kekeringan tersebut akan menghambat pertumbuhan awan hujan di wilayah barat dan memicu kekeringan di wilayah Indonesia. Karena itu, Suswono menyarankan agar petani yang daerahnya terkena dampak El Nino tidak menaman padi.

"Daerah-daerah yang memang potensi sumber airnya agak mengkhawatirkan lebih baik menanam palawija. Jangan menanam padi," kata Suswono saat usai salat Jumat di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2014).

Menurut Suswono, padi membutuhkan air yang relatif lebih banyak. Apabila El Nino terjadi, akan membuat daerah kekeringan. "Makanya saya sarankan untuk tanam palawija saja, karena palawija akan jauh lebih aman," kata Suswono.

El Nino merupakan fenomena kenaikan suhu perairan di Samudera Pasifik. Kenaikan suhu laut ini mempengaruhi persebaran pembentukan awan hujan. Di Indonesia, fenomena El Nino ini akan semakin menghambat pertumbuhan awan hujan di wilayah barat dan memicu kekeringan.

Menurut BMKG, El Nino masih terpantau normal. Jika potensi El Nino masuk dalam katagori lemah, perlu diwaspadai kekeringan. Terkait curah hujan, pada dasarian I Juni 2014 umumnya sudah berada pada katagori rendah.

Daerah-daerah yang sudah masuk musim kemarau pada dasarian I Juni 2014 adalah pesisir timur Sumatra bagian utara, Jambi bagian timur, sebagian besar Lampung, Banten dan Jawa Barat bagian utara, Daerah Istimewaa Yogyakarta, Jawa Tengah bagian timur, sebagian besar Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sebagian Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah serta Papua bagian tengah.


(DOR)