KEN 2050 untuk Menjawab Tantangan Sektor Energi Nasional

Rizky Noor Alam    •    Kamis, 21 Aug 2014 18:50 WIB
KEN 2050 untuk Menjawab Tantangan Sektor Energi Nasional
Revolusi energi--MI/Safir Makki

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi menjelaskan empat tantangan besar dalam sektor energi nasional. Keempat tantangan tersebut dapat dijawab dengan berpedoman kepada Kebijakan Energi Nasional (KEN) 2050 yang sudah dirumuskan oleh DEN.

“KEN 2050 sudah disetujui setelah berakhirnya pemerintahan ini, dan akan menjadi pedoman bagi pemerintahan baru untuk menghadapi empat tantangan sektor energi masa depan,” kata Rinaldy di Jakarta, Kamis (21/8/2014).

Rinaldy merinci, empat tantangan tersebut, pertama perubahan paradigma pembangunan energi nasional, dengan keharusan mengurangi dan menghentikan ekspor energi fosil, sehingga harus mencari pengganti peran sektor energi dalam APBN. Kedua adalah harga energi yang terjangkau oleh masyarakat dan mengurangi subsidi yang ada pada harga tersebut.

“Ketiga adalah membangun sesuai dengan prioritas pembangunan energi untuk mencapai target bauran energi nasional yang ditetapkan dalam KEN 2050 dan keempat adalah desentralisasi perencanaan dan tanggung jawab pembangunan energi nasional dan menyiapkan cadangan energi nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha menjelaskan bahwa ada empat anggapan keliru yang harus diluruskan mengenai sektor energi nasional. Pertama adalah anggapan bahwa Indonesia negara yang kaya akan energi minyak.

“Sumber energi kita sebenarnya adalah batu bara, gas, coal bed methane (CBM), panas bumi, air, dan bahan bakar nabati. Bukan minyak,” ucap dia.

Yang kedua adalah anggapan bahwa harga BBM harus murah, sehingga menyebabkan pemberian subsidi besar-besaran menggunakan APBN yang akhirnya menyebabkan ketergantungan terhadap BBM sehingga membuka impor yang semakin lama semakin besar dan berakibat pada kesulitan pengembangan sumber energi lain.

Ketiga adalah meluruskan anggapan bahwa investor dari luar negeri akan datang dengan sendirinya, padahal untuk menarik para investor diperlukan iklim investasi yang baik.

“Keempat adalah anggapan bahwa peningkatan kemampuan nasional akan terjadi dengan sendirinya tanpa campur tangan pemerintah,” tuturnya.

Menurutnya, ada banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk memajukan sektor energi nasional. Salah satunya adalah dengan mengubah pola subsidi BBM, dari pola subsidi harga menjadi pola subsidi langsung yang benar-benar ditargetkan kepada masyarakat miskin.

“Langkah lainnya adalah mengurangi ketergantungan energi fosil, serta mengurangi subsidi BBM secara bertahap selama lima tahun kedepan dan di alokasikan untuk pengembangan energi terbarukan untuk mencapai ketahanan energi,” pungkasnya.
(WID)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA