BPS Akui Sektor Pertanian Semakin Ditinggalkan Petani

Husen Miftahudin    •    Kamis, 11 Sep 2014 12:24 WIB
BPS Akui Sektor Pertanian Semakin Ditinggalkan Petani
Petani menyirami lahan pertaniannya di Indramayu, Jawa Barat, Ant - Dedhez Anggara

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia dikenal sebagai negara dengan penghasil sektor pertanian terbesar di dunia. Namun, selama 10 tahun terakhir, sektor pertanian Indonesia terus menurun. Dari segi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, hasil sektor pertanian menurun dari 15,59 persen di tahun 2003 menjadi 14,43 persen di tahun 2013.

"Turun peran dan sharenya (sektor pertanian). Ini berarti bahwa sektor lain meningkat lebih pesat dari sektor pertanian," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin saat ditemui selepas acara Sosialisasi Hasil Sensus Pertanian 2013 di Swiss-BellHotel, Jalan Kartini Raya No. 57, Mangga Besar, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).

Bila dilihat dari jumlah rumah tangga tani, katanya, jumlah rumah tangga yang bergelut di pertanian menurun selama 10 tahun belakangan, yaitu lima juta rumah tangga. Artinya, sektor pertanian ditinggalkan banyak petani.

"Itu yang meninggalkan pertanian dari penurunan dari jumlah usaha tani dari 31,32 juta menjadi 26,14 juta. Ada 5 juta penurunannya, itu karena pelaku usaha pertanian yang memang menurun," aku Suryamin.

Penurunan angka usaha tani, ujar Suryamin, lantaran para petani hanya mengolah lahan kurang dari setengah hektar atau yang disebut petani gurem. Suryamin menekankan petani gurem tak menguntungkan. Jadi, mereka beralih ke sektor lain.

"Petani gurem ini tidak menguntungkan kalau lahannya kurang dari setengah hektar, ada yang hanya memiliki 2.000 hektar, ada 3.000 hektar yang dimana dari lahan tersebut tidak mampu capai angka break even point (BEP/angka keseimbangan)," paparnya.
 
(RRN)