Kabinet Jokowi-JK

Indroyono Soesilo, Sang Doktor Geologi ITB

Ade Hapsari Lestarini    •    Minggu, 26 Oct 2014 19:51 WIB
kabinet jokowi-jk
Indroyono Soesilo, Sang Doktor Geologi ITB
Indroyono Soesilo ditunjuk menjadi Menko Kemaritiman. (Foto: Dokumen MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Indroyono Soesilo ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Presiden Jokowi memilihnya karena mempunyai banyak pengalaman di bidang maritim. Indroyono dinilai sebagai seorang doktor yang kaya akan pengalaman. Presiden Jokowi menyebut dia sebagai direktur perikanan dan budidaya laut.

"Saya meminta Pak Indroyono untuk mengawal potensi maritim yang ada di seluruh wilayah Indonesia," ungkap Presiden Jokowi, mengenalkan Indroyono saat pengumuman menteri Kabinet Kerja, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (26/10/2014).

Berdasarkan data yang dihimpun Metrotvnews.com, Indroyono merupakan Dirjen Organisasi Pangan & Pertanian PBB (UN-FAO). Indroyono Soesilo diangkat sebagai Direktur Sumberdaya Perikanan & Akuakultur  FAO berkedudukan di Roma-Italia sejak 20 November 2012.

Dirinya menjadi orang Indonesia pertama yang memangku jabatan penting di markas FAO-Roma. Ia bertanggung jawab atas Pengelolaan Perikanan Tangkap, Pengembangan Budidaya Perikanan, dan Penerapan Teknologi Penangkapan Ikan di Perairan Laut & Air Tawar di seluruh dunia.

Lahir pada 27 Maret 1955, Indroyono merupakan lulusan Ph.D untuk Geologic Remote Sensing dari Universitas Iowa, AS, pada 1987. Kemudian M. Sc untuk Remote Sensing for Natural Resources dari Universitas Michigan pada 1981, serta Insinyur Teknik Geologi ITB, Bandung pada 1979.

Suami dari Nining Sri Astusi yang juga seorang doktor ini memiliki tiga orang anak dari pernikahannya. Indroyono  sempat ditawari kerja di luar negeri dengan gaji besar, namun lebih memilih menjadi pegawai di BPPT dengan gaji yang pas-pasan.

Mengutip laman Kabinet Kita, putra mantan Menparpostel dan Menkopolkam Soesilo Soedarman di era Soeharto ini juga menjabat sebagai pakar kelautan dan penginderaan jauh (remote sensing).

Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP)-DKP dan Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam.


(AHL)