PLTU Cilacap Dibangun di Area Seluas 120 Ha

Patricia Vicka    •    Kamis, 06 Nov 2014 15:39 WIB
pembangkit listrik
PLTU Cilacap Dibangun di Area Seluas 120 Ha
Ilustrasi PLTU -- ANTARA FOTO/Eric Ireng

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 5.000 megawatt (MW) di Cilacap, Jawa Tengah.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, PLTU berbahan bakar batu bara ini akan dibangun di lahan seluas 120 hektare (Ha) yang merupakan tanah milik TNI AD, Pemprov, dan rakyat.

"Di lahan seluas itu, 67 ha milik TNI Angkatan Darat (AD), 20 ha hanya punya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sisanya adalah milik masyarakat. Tanah milik rakyat itu berbentuk sebuah desa," ujarnya seusai rapat koordinator bersama menteri koordinator Kemaritiman, Menteri Hukum dan Ham, Menteri Agraria dan Tata ruang dan menteri ESDM, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Tatto menambahkan, saat ini pihaknya tinggal menunggu izin penetapan lokasi keluar. Di mana saat ini pembangunan PLTU tersebut akan dilakukan dalam dua tahap.

"Tahap pertama akan dibangun PLTU berkapasitas 2.000 MW ditahun depan dan diperkirakan selesai pada 2018. Kami sudah siapkan lahan sekarang, yang belum adalah izin penetapan lokasi," lanjut Tatto.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hukum dan Ham (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly, menjanjikan akan segera menyelesaikan proses perizinan dan aturan-aturan yang menghambat.

"Aturan tidak boleh menjadi penyandera pembangunan. Hukum harus bisa mempercepat pembangunan. Birokrasi akan kami kaji lagi dan cari solusi tiap ada masalah terkait birokrasi biar prosedur tidak sulit," tegasnya.

Terkait permasalahan lahan untuk pembangunan PLTU ini, jelas Yasonna, tanah milik TNI AD nantinya akan diserahkan ke PLN.

"Tanah TNI AD dan Pemprov akan dikuasakan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang kemudian disewakan kepada swasta. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung mengenai aspek hukumnya," tutup dia.


(AHL)