Jokowi Temui Pengusaha Jepang Demi Investasi Berorientasi Ekspor

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 25 Mar 2015 09:53 WIB
indonesia dan jepang
Jokowi Temui Pengusaha Jepang Demi Investasi Berorientasi Ekspor
Presiden Joko Widodo saat presentasi di hadapan 1.200 pengusaha Jepang -- AFP PHOTO/Yoshikazu TSUNO

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo melakukan serangkaian pertemuan dengan pengusaha Jepang untuk mendorong investasi di Indonesia, khususnya yang berorientasi ekspor.

Hal itu dilakukan Jokowi pada hari kedua kunjungan resminya di Jepang. Demikian seperti dikutip dalam siaran pers yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Rabu (25/3/2015).

Agenda yang dilakukan Jokowi yakni melakukan pertemuan collective courtesy call, berbicara di business forum di hadapan 1.200 pengusaha, menghadiri working lunch dengan pengusaha besar Jepang, melakukan pertemuan one-on-one dengan pimpinan perusahaan yang akan memperluas investasi di Indonesia, serta menghadiri resepsi dengan 500 pengusaha.

Saat collective courtesy call dengan 29 perusahaan besar Jepang, Presiden menekankan jika Indonesia memiliki keunggulan komperatif, tidak saja sebagai pasar yang besar, namun juga sebagai production base. Jokowi pun mengapresiasi perusahaan Jepang yang telah menjadikan Indonesia sebagai production base pasar Asia dan dunia, serta meminta untuk meningkatkan presentase ekspor produknya.

"Kami akan selalu menanggapi dan menyelesaikan secara cepat hambatan regulasi yang dihadapi pengusaha Jepang dalam melakukan investasi di Indonesia," ujar dia, di hadapan para pengusaha Jepang.

Dalam pertemuan itu, para pengusaha menyampaikan komitmen dan rencananya untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Beberapa pengusaha automotif telah menjadikan Indonesia sebagai lokasi produksi utama untuk pasar Asia dan Jepang dan juga pasar global.

Beberapa isu yang dimintakan perhatian dari Pemerintah RI terkait dengan pembebasan lahan, izin kerja, serta masalah infrastruktur. Pengusaha besar Jepang yang tergabung dalam asosiasi Keidanren juga menyampaikan rencana untuk melakukan kunjungan bisnis ke Indonesia pada April 2015.

Pada pertemuan business forum yang dihadiri oleh 1.200 pengusaha, Presiden RI sampaikan strategi dan fokus pembangunan lima tahun ke depan. Ditekankan, stabilitas politik dan kondisi makroekonomi yang kuat menjadikan Indonesia tempat yang konsdusif bagi pengusaha Jepang untuk meningkatkan investasi.

"Indonesia tidak lagi ingin sekadar ekspor bahan mentah, namun ingin menjadi production base bagi pasar Asia dan dunia. Pemerintah telah ambil berbagai langkah untuk mendukung investor di Indonesia seperti mengurangi birokrasi dan simplifikasi aturan, membangun dan memperbaiki infrastruktur seperti pembangunan 1.000 km jalan tol, pembangunan 24 pelabuhan dan airport, serta membangunan 35.000 MW powerplant," jelas Jokowi.

Selain itu, Presiden RI juga sampaikan pembiayaan pembangunan infrastruktur selain berasal dari APBN juga dibuka bagi pengusaha Jepang untuk melakukan investasi. Dalam kaitan ini, Jepang dari investor nomor dua terbesar dapat menjadi nomor satu di Indonesia.


(AHL)