Dirut Mandiri Bantah Pinjaman Bank Tiongkok untuk Kereta Cepat

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 23 Sep 2015 07:45 WIB
bank mandiri
Dirut Mandiri Bantah Pinjaman Bank Tiongkok untuk Kereta Cepat
Ilustrasi Bank Mandiri -- FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri Budi G. Sadikin membantah jika pinjaman dari Bank Pembangunan Tiongkok (China Development Bank/CDB) berkaitan dengan rencana pemerintah untuk membangun kereta cepat atau High Speed Train (HST).

"Enggak ada (untuk HST). Itu biayanya langsung dari sana (Tiongkok) tapi dari kita juga ada," tuturnya di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2015) malam.

Dirinya menjelaskan, pinjaman tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung proyek pembangunan infrastruktur seperti listrik, pelabuhan dan jalan tol yang membutuhkan dana cukup besar.

"Semua mulai dari power plan PLN, tol, Pelindo. Itu kan besar sekali kebutuhan dananya," terang dia.

Sebelumnya, tiga bank milik negara yakni Bank Mandiri, BNI, dan BRI menandatangani kesepakatan pinjaman senilai total USD3 miliar dengan CDB di Beijing, Rabu (16/9) lalu.

Adapun dari total pinjaman tersebut, masing-masing bank yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI, menerima pinjaman sebesar USD1 miliar dengan jangka waktu 10 tahun. Selain itu 30 persen dari dana pinjaman tersebut akan diterima dalam mata uang Renminbi (RMB).


(AHL)