Pembiayaan Kereta Cepat Lewat Pinjaman Bertenor 40 Tahun

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 02 Oct 2015 00:11 WIB
kereta cepat
Pembiayaan Kereta Cepat Lewat Pinjaman Bertenor 40 Tahun
Menteri BUMN Rini Soemarno. ANTARA FOTO/Seno

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjelaskan skema pembiayaan pembangunan kereta cepat sudah jelas. Rini mengatakan China Development Bank (CDB) menawarkan pembiayaannya dilakukan selama 40 tahun dengan bunga dua persen.

"Skema pembiayaan kan sudah jelas. Dari China Development Bank (CDB) dengan bunga dua persen fixed untuk 40 tahun dengan menggunakan komponen dolar," jelas Rini usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR-RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Total pinjaman yang diberikan CDB itu, Rini menyebutkan sebesar 75 persen dari total nilai proyek kereta cepat yang kecepatannya mencapai 350 kilometer (km)  per jam. Namun, Rini mengungkapkan kemungkinan pinjamannya akan lebih besar lagi melihat pembiayaan proyek ini.

"Finalisasi total proyek masih finalisasi. Karena kami katakan kecepatan antara 250 sampai 300 km per jam. Karena proposal mereka 350 km per jam. Jadi kami katakan mungkin cost bisa lebih," kata Rini.

Untuk groundbreaking, Rini mengungkapkan masih menunggu hasil konsorsium tiga BUMN Indonesia dan BUMN Tiongkok, karena sistem proyek ini adalah bisnis to bisnis. Ditanyai mengenai berapa perkiraan pinjaman dari Tiongkok tersebut, Rini menegaskan masih menunggu kalkulasi cost of the project.

"Iya makanya ini kan kalkulasi berapa cost of the project. Mungkin Rp 70 sampai dengtan Rp 80 triliun. Mereka konsorsium masih bicara. Saya hanya bisa katakan 75 persen dari mereka," pungkas dia.


(SAW)