Sokong Kereta Cepat, PTPN Sulap Walini Jadi Kota Penyangga

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 26 Oct 2015 17:23 WIB
kereta cepat
Sokong Kereta Cepat, PTPN Sulap Walini Jadi Kota Penyangga
Ilustrasi kereta cepat. (ANTARA FOTO/YUSTINUS AGYL)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII akan membangun Walini Eco Green dan Cyber City demi mendukung terlaksananya kereta cepat Bandung-Jakarta. PTPN VII pun telah bergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia untuk membangun kereta cepat itu.

Rencananya, Kota Walini akan dikembangkan  sebagai  Eco Green dan Cyber City untuk menopang Mega City Jakarta-Bandung, sebagaimana Mega City dunia, Hong Kong-Shenzen di Tiongkok, serta Washington-Boston di Amerika.

Adanya jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, membuat Walini yang terletak di kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat, menjadi salah satu persinggahan (Transit Oriented Development/TOD). Kota ini pun akan didesain menjadi kota penyangga dan kawasan ekonomi baru yang moderen di koridor Jakarta Bandung.

"Untuk mengembangkan wilayah Walini, kami melakukan sinergi sesama BUMN," ujar Sekretaris Perusahaan PTPN VIII, Gunara, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (26/10/2015).

Proyek kereta cepat yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan ekonomi regional koridor Jakarta-Bandung, menjadikan Walini, yang saat ini merupakan lahan perkebunan yang kurang produktif, sebagai salah satu kota unggulan baru di samping Karawang dengan industrinya serta Gedebage yang akan diproyeksikan menjadi Bandung Teknopolis.

"Aset lahan yang tidak subur itu kan harus kita optimalkan, agar bermanfaat bagi masyarakat  dan perusahaan," tambah Gunara.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan kawasan perkotaan dan pengembangan kawasan ekonomi tersebut  PTPN VIII akan bekerja sama dengan BUMN di bidang kontruksi seperti PT Wijaya Karya (Pesero), PT Adhi Karya (Pesero) Tbk, PT  Waskita Karya (Pesero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Pesero) Tbk dan lainnya.

Selain itu, PTPN VII juga akan menggandeng peran swasta nasional lainnya yang dilakukan dengan skema bisnis yang saling menguntungkan. Menurutnya, bila kawasan ekonomi dan pemukiman  mulai dibangun, PTPN juga akan mengajak PLN untuk mengalirkan aliran listrik di Walini.

"Sebagai kota modern yang menjadi penyangga Mega City, kebutuhan listrik di Walini harus dicukupi secara maksimal, agar peran kota dalam menggerakkan perekonomian nasional di wilayah Jawa Barat juga maksimal," tambah Gunara.

Begitu juga untuk mendukung Eco Green City dan penghematan energI nasional, kota Walini juga akan merangkul BUMN yang bergerak dibidang energi untuk mengembangkan gas kota guna mensuplai energi untuk hotel, apartemen, perkantoran, gedung MICE, dan pemukiman.

"Di Walini pengembangan gas kota bisa dilakukan  secara komersial dengan memanfaatkan energi yang lebih ramah lingkungan, agar menjadi contoh pengembangan green city nasional," pungkasnya.

Gunara pun memastikan pengembangan Kota Walini  harus paralel dengan pengembangan kereta cepat Jakarta-Bandung. Apabila kereta cepat mulai beropersi 2019, Kota Walini juga harus sudah terwujud pada tahun tersebut, agar integrasi sarana transportasi dengan pengembangan kawasan ekonomi baru bisa berjalan seiring.


(AHL)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA