Disokong Apparel, Adidas Target Penjualan Sportwear 100 Juta Unit

Husen Miftahudin    •    Selasa, 15 Mar 2016 15:14 WIB
bkpm
Disokong Apparel, Adidas Target Penjualan <i>Sportwear</i> 100 Juta Unit
Toko Adidas. MI/MAST IRHAM (STF).

Metrotvnews.com, Semarang: PT Apparel One Indonesia (AOI) terus menggenjot produksi pakaian jadi (konveksi) dengan menggelontorkan investasi sebesar USD39 juta atau senilai Rp507 miliar (kurs Rp13.000) untuk mencapai kenaikan produksi menjadi 21 juta item. Perusahaan asing asal Singapura ini siap menyokong produk-produk Sportwear (baju khusus untuk olahraga) ke beberapa brand pakaian jadi ternama seperti Adidas.

Melihat potensi ini, Senior Vice President Global Sourcing Adidas John McNamara mengatakan pihaknya menargetkan penjualan sportwear sebanyak dua kali lipat dari capaian tahun lalu. Pada 2015, sebanyak 104 toko yang tersebar di Indonesia berhasil menjual produk sportwear mereka sebanyak 50 juta pieces (unit).

"Kami harap sekarang ada 100 juta unit. Promosi dan kontribusi yang signifikan tentu juga ada dari Semarang sebagai basis produksi menyokong produk kami," ujar John saat peresmian perluasan pabrik kedua AOI, Kawasan Industri Tugu Wijaya Rukti Mukti Bawana, Semarang, Selasa (15/3/2016).

Dia menilai, Indonesia masih menjadi pasar potensial terhadap produk Adidas. Dukungan pemerintah dan sokongan produk dari industri konveksi di dalam negeri menjadi alasan Adidas terus melebarkan sayap di Indonesia.

"Terima kasih atas kontribusi dari AOI juga BKPM atas supportnya selama ini. Kami harap pertumbuhan penjualan yang positif ke depan di Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial," harap John.

Sementara itu Presiden Direktur AOI Lukas Lukman Widjaja mengatakan, perluasan pabrik ini membuat total luas lahan dua pabrik AOI menjadi 3,9 hektare (ha). Dari pabrik pertama seluas 1,5 ha dan pabrik kedua seluas 2,4 ha.

"Perusahaan akan memiliki kapasitas produksi pakaian jadi sebanyak 21 juta item per tahun yang diperuntukkan bagi pasar ekspor dengan nilai mencapai USD100 juta per tahun. Rencana kita untuk tahun ini menyerap enam ribu pekerja dari sini," tutup Lukas.


(SAW)