Inovasi Jadi Kunci Utomodeck Rajai Pasar Atap

Husen Miftahudin    •    Selasa, 20 Dec 2016 18:47 WIB
industri hijau
Inovasi Jadi Kunci Utomodeck Rajai Pasar Atap
Dirut Utomodeck Darmawan Utomo (Kiri). MTVN/Husen M.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberi penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang berperan memajukan industri dalam negeri.

Sebanyak 152 perusahaan menerima penganugerahan penghargaan di bidang Perindustrian 2015 yang terdiri dari Anugerah Cinta Karya Bangsa, Penghargaan Industri Hijau, dan Penghargaan Rintisan Teknologi Industri.

Salah satu yang menerima penghargaan karena komitmennya membangun industri lokal berdaya saing adalah PT Utomodeck. Perusahaan yang bergerak di bidang atap tanpa sambungan ini mendapat Penghargaan Rintisan Teknologi Industri.

Direktur Operasional dan Marketing Utomodeck Anthony Utomo mengatakan, inovasi menjadi kunci perusahaannya menggelegar di pasar atap. Perusahaan yang telah didirikan sejak 1976 terus melakukan inovasi agar pasar atap dalam negeri tak tergerus oleh era perdagangan terbuka.

"Kita itu produsen yang tidak hanya memproduksi, tetapi kami juga menjadi mitra penyedia solusi. Artinya, kita bukan hanya menjual baju saja, tapi saya datang, mengukur dan memberi solusi yang tepat untuk atap bangunan dengan kualitas yang terbaik," tegas Anthony di kantor Kemenperin, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016).

Ada lima paradigma yang menjadi modal dasar Utomodeck. Pertama, atap merupakan mahkota yang bila mahkotanya runtuh, maka nilai suatu bangunan hingga yang ada di dalamnya akan hancur lebur. Atap kini tak lagi sekadar bisa bertahan dari kebocoran, tetapi harus pula memiliki fungsi utama melindungi bangunan hingga yang ada di dalamnya.

Kedua, lanjut Anthony, atap harus memiliki nilai green. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengedepankan industri berkelanjutan demi terciptanya industri yang ramah lingkungan.

"Ketiga, atap ini larinya sebagai instrumen investasi. Artinya, atap ini harus bertahan sedemikian lama sehingga memberikan nilai tambah ke konsumen. Kalau atap itu ada sambungan, itu rawan kebocoran," lugasnya.

Sedangkan keempat, atap bisa menjadi motor untuk menciptakan energi terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Bauran energi yang diciptakan lewat atap ini membuat konsumen bisa berhemat cukup besar.

"Bauran energi yang tercipta dari atap ini bisa membuat konsumen mendapat nilai tambah. Sebab misalnya, atap yang secara tepat digunakan di suatu bangunan yang bila digunakan menambah kenyamanan, maka bangunan itu tak perlu lagi mengeluarkan listrik besar untuk AC," ungkap Anthony.

Paradigma terakhir adalah estetika. Atap Utomodeck diklaim sangat membantu konsumen dan arsitektur dalam menyeleraskan bentuk bangunan.

"Persaingan impor sekarang cukup ketat, di dalam negeri pasarnya juga belum bisa mengangkat. Kalau kita tak bisa berinovasi, maka sulit kita berdaya saing. Maka itu kita harus menciptakan inovasi," tuturnya.

Direktur Utama sekaligus pendiri Utomodeck Darmawan Utomo mengaku akan terus berinovasi untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Sebagai bocoran, awal tahun depan Utomodeck akan mengeluarkan produk terbaru yang mampu membuat atap bangunan menjadi lebih efisien.

"Akhir tahun (ini) atau awal tahun depan akan masukkan lagi satu paten yang spektakuler, kita harus go internasional. Jadi tidak hanya dalam negeri saja, sayang. Kita menemukan ini, karena teknologi kita terus berinovasi," tutup Darmawan.

Diketahui bahwa dalam setahun, Utomodeck meluncurkan lima hingga enam produk inovasi terbaru demi memberikan kenyamanan bagi para konsumen. Hal inilah yang menjadi alasan Kemenperin mengganjar Utomodeck dengan Penghargaan Rintisan Teknologi Industri.



(SAW)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA