Presiden Jokowi Ingin Indonesia Perluas Pasar Baru

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 21 Feb 2017 13:23 WIB
ekonomi indonesia
Presiden Jokowi Ingin Indonesia Perluas Pasar Baru
President Joko Widodo (MI/Panca Syurkani).

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia harus mencari pasar baru. Langkah ini perlu karena selama ini Indonesia dianggap gagal dalam mengembangkan pasar baru. Indonesia pun berpeluang untuk menambah porsi ekspor dengan pasar baru tersebut. 

"Kedua berkaitan luar negeri. Saya tahu kita di sini monoton terus. Negara tak bisa penetrasi terhadap pasar baru, kita selalu berkutat pada pasar tradisional kita seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Tiongkok, Eropa. Ini juga perlu dikembangkan, pelajari produk apa yang kita bisa masuk. Pasar baru sangat besar peluangnya," jelas dia di Istana Negara, Selasa 21 Februari 2017. 

Dia mengatakan, besarnya pasar Afrika yang selama ini belum terlalu maksimal digarap oleh Indonesia. Peran ini perlu diambil perusahaan pelat merah dengan mulai berinvestasi di Benua Hitam itu. 

"Afrika pasar besar sekali. Jangan biarkan swasta menerobos sendiri. Pasti negara dulu yang hadir. negara masuk, melihat, coba potensi pasar afrika USD550 miliar. nilai ekspor kita baru USD4,2 miliar," kata dia. 

Dia menambahkan selain itu adalah negara eurasia yang selama ini belum tergarap dengan baik. Padahal potensinya sangat besar sekali.  

"Potensinya besar sekali. Eurasia misalnya ga pernah kita liat, padahal perdagangan mereka capai USD251 miliar sementara ekspor kita enggak ada USD1 miliar," kata dia. 

Selain itu dia menyebutkan kurangnya penetrasi ekspor di Timur Tengah yang baru mencapai USD5,2 miliar dari total perdagangan sebesar USD975 miliar. 

"Ini peluang. Ajak UKM kita berpameran yang sudah punya packaging," jelas dia. 

Kemudian dia menyoroti perdagangan Indonesia di India yang baru mencapai USD0,1 miliar dari potensi total perdagangan yang mencapai USD375 miliar. 

"Kenapa? Karena kita bekerja rutinitas, linear. Saya minta kalau pameran itu cari tempat yang paling baik, bayar mahal enggak apa-apa tapi cari tempat strategis, jangan cari tempat dekat toilet saya tahu di situ diskonnya banyak tapi menurunkan citra kita, brand kita jatuh kalau tempat pamerannya gitu," pungkas dia. 


(SAW)