Marak Investasi Bodong, Masyarakat Diedukasi Perdagangan Berjangka Komoditi

Budi Warsito    •    Selasa, 26 Sep 2017 19:10 WIB
bursa berjangka jakarta
Marak Investasi Bodong, Masyarakat Diedukasi Perdagangan Berjangka Komoditi
Suasana edukasi dan sosialisasi perdagangan berjangka komoditi. (FOTO: MTVN/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Medan: Perusahaan pialang berjangka yang bergerak di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK), PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) akan meningkatkan potensi perdagangan berjangka komoditi domestik.

Perseroan pun menggelar edukasi dan sosialisasi potensi perdagangan berjangka komoditi domestik di lima kota besar di Tanah Air dalam rentang waktu Agustus -November 2017. Perusahaan yang telah mendapatkan izin sejak 2000 ini menggandeng sosialisasi tersebut bersama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), yang melibatkan para awak media.

Chief Business Officer PT RFB Teddy Prasetya mengatakan, edukasi dan sosialisasi yang digelar pihaknya untuk memperkenalkan kepada masyarakat agar lebih paham dan mengenal dengan baik perihal PBK. Sekaligus sebagai upaya untuk pengetahuan kepada masyarakat di tengah maraknya penipuan berkedok investasi.

"Kami sebagai pelaku di industri PBK dan anggota dari BBJ dan KBI, merasa perlu bersama-sama mengembalikan citra positif industri ini dengan mengadakan sosialisasi dan edukasi. Dimulai dari rekan-rekan media sebagai penyampai informasi yang tepat dengan jangkauan yang luas," jelas Teddy, di kantor PT Rifan Financindo Berjangka cabang Medan, Best & Grow Tower (JW Marriot), Jalan Putri Hijau, Medan, Selasa 26 September 2017.

Perseroan pun melakukan roadshow di lima kota, yakni Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang, dan Surabaya. Dengan adanya edukasi dan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat berinvestasi lebih sehat di industri PBK melalui BBK dan KBI.

"Potensi yang ada di industri ini sangat besar dan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia," ujar Teddy.

Dia mengakui, selama ini jenis investasi PBK masih asing di telinga masyarakat. Karena, pada umumnya investasi dikenal hanya saham obligasi, reksa dana, deposito dan sebagainya. Ditambah lagi dengan adanya citra negatif yang melekat di kalangan pelaku perusahaan pialang.

Adapun kegiatan ini juga merangkul dunia pendidikan dengan mengikutsertakan Universitas Sumatera Utara dalam program Future Trading Learning Center (FTLC).

"Tujuannya dari FTLC guna memberikan pemahaman sejak dini mengenai industri PBK, serta menciptakan SDM yang siap dan berkualitas. Serta menjadikan calon investor masa depan dalam industri PBK," jelas Teddy.

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang menambahkan, edukasi dan sosialisasi penting dilakukan. Karena, saat ini, dinamika industri PBK masih memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang dan memberi kontribusi bagi perekonomian Indonesia. Ia pun mengapreaisasi langkah PT Rifan sebagai pionir dalam melakukan edukasi dan sosialisasi PBK.

"Artinya, para pelaku pasar perlu melakukan sosialisasi dan edukasi yang konsisten, intensif, dan ekstensif bagi masyarakat umum dan sivitas akademika agar potensi dapat terealisasi. Tentunya dengan dukungan pemerintah. Perlu ditekankan bahwa industri PBK yang kini ada dan beroperasi di bawah regulasi yang jelas. Tentunya, lebih aman dari resiko penipuan berkedok investasi yang cukup sering kita dengar," tegas Paulus.

Plt Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi yang turut hadir menambahkan, selain perlunya pengetahuan mengenai cara investasi yang tepat, nasabah juga berhak mendapatkan keterbukaan informasi atas setiap transaksi yang dilakukannya.

"Dalam mewujudkan komitmen transparansi bagi nasabah, sejak 2015 KBI bekerja sama dengan JFX serta dengan dukungan Bappebti telah meluncurkan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNa) yang memungkinkan nasabah untuk memonitor hasil transaksinya secara real time dari waktu ke waktu," pungkas Fajar.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan CSR berupa tong sampah sebanyak 20 unit ke Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan M Husni. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Kepala Cabang Cabang Rifan Medan Sonya Kadarmanik dan staf dari PT Rifan dan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan.


(AHL)