Tingkatkan Literasi Keuangan

Belajar Pasar Modal via Perpustakaan Digital

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 04 Oct 2017 11:53 WIB
pasar modal
Belajar Pasar Modal via Perpustakaan Digital
Belajar Pasar Modal via Perpustakaan Digital. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) meresmikan Perpustakaan Digital TICMI (RIDMI) sebagai bentuk dukungan inklusi keuangan, khususnya dibidang pasar modal. Melalui digital learning, masyarakat diajak untuk mengakses dunia pasar modal secara efektif dan efisien.

"TICMI perlu memberikan pelayanan ekstra bagi pengguna data agar dapat lebih mudah mengakses data-data pasar modal. Selain itu IDPMI serta ILUMI kami harapkan dapat terus berkembang agar dapat meningkatkan dan memajukan pasar modal Indonesia," kata Direktur Utama TICMI Mety Yusantiati, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

Dia menjelaskan, RIDMI dibentuk dalam rangka mendukung langkah lembaga keuangan seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia.

Perpustakaan RIDMI merupakan aplikasi perpustakaan digital yang menyediakan e-book, data-data pasar modal, dan referensi yang dirancang untuk publik. Selain menjadi pembaca, masyarakat umum termasuk IDPMI dan ILUMI juga dapat berkontribusi dengan menyediakan artikel atau buku-buku terkait pasar modal melalui salah satu fiturnya, yaitu ePustaka.

Selain membentuk perpustakaan digital, BEI dan TICMI juga meresmikan Ikatan Dosen Pasar Modal Indonesia (IDPMI), dan Ikatan Alumni TICMI (ILUMI). IDPMI dan ILUMI merupakan suatu wujud inklusi keuangan di bidang pasar modal karena melibatkan para dosen dan alumni yang terdiri dari berbagai lapisan baik secara akademis, profesional, maupun geografis di seluruh Indonesia.

TICMI telah memiliki banyak pelanggan dan melahirkan banyak lulusan, di mana jumlahnya telah mencapai lebih dari 6.000 lulusan dari berbagai program sertifikasi profesi. Hal tersebut tidak terlepas dari kontribusi berbagai universitas di seluruh Indonesia yang telah memperkenalkan mahasiswa kepada industri pasar modal melalui kurikulum dan pengajaran yang digunakan oleh para dosen.

Sedangkan dari sisi profesional, banyaknya lulusan tersebut juga mencerminkan jumlah masyarakat yang telah memahami pasar modal, baik secara akademis maupun praktis yang diharapkan dapat menyalurkan ilmu dan pengalamannya kepada masyarakat umum nantinya. IDPMI dan ILUMI merupakan suatu wujud inklusi keuangan di bidang pasar modal karena melibatkan para dosen dan alumni yang terdiri dari berbagai lapisan baik secara akademis, profesional, maupun geografis di seluruh Indonesia.

 


(AHL)